Akhirnya ku pulang
Tuesday, October 17th, 2006Akhirnya ku bisa pulang…
Pulang dengan membawa kecapekan
Pulang dengan membawa rasa kerinduan yang terpendam…
akhirnya aku pulang….
Akhirnya ku bisa pulang…
Pulang dengan membawa kecapekan
Pulang dengan membawa rasa kerinduan yang terpendam…
akhirnya aku pulang….
Kemanakah sang bulan itu ?
malam ini terasa sangatlah gelap
Kemanakah sang bulan pergi?
kenapa tidak memberi kabar kepada kelelawar
Hari ini ku tak melihat matahari yang selalu menyinariku
Entah kemana dia pergi
Apakah dia bersembunyi dariku
Ataukah benar-benar dia tidak ingin menyinariku lagi
Langit kosong pada malam hari ini
Tak terlihat kerlipan bintang
Aku bingung matahari,bulan dan bintang tak ada
Aku bingung akan tersesat dalam perjalanan ini
"Kemanakah kau wahai pelita hati"
Ingin sekali ku minum wahai kau air
Jernihmu menjamin kesegaran dalam tubuhku
Harum dan rupamu beda dengan yang lainnya
Akan kusiapkan gelas gelas cantik untuk menyambutmu
Teruntuk yang selalu memberikan kesegaran dalam hatiku
Kau bagaikan air, penuh dengan manfaat dan khasiat (****)
Apa yang kulakukan ya malam tadi?
Ketika ku ingat aku hanya tak bisa tidur…
Terus kumainkan HP-ku…
Oh iya Kukirimkan sms kepadanya…
Sahur…sahur…sahur…
Kugelapkan lampu kamarku agar aku bisa terlelap,
tapi sama saja tak bisa terpejam.
Ku dengar suara-suara memanggil untuk membangunkan sahur,
aku tak tidur jadinya.
Ku kirimkan pesan padanya…
Jangan lupa untiuk sahur dan shalat subuh…
Dah ah itu aja …
Pagi ini ku melihat dia sudah bangun
Betapa semangatnya dia untuk memulai hari ini
Ku bakarkan api-api cinta sejak tadi subuh
Rupanya hal itu yang membuat dia berseri
Memang bukan bualan yang ku berikan
Bukan pula semua itu dapat kulakukan
Tapi ku hanya ingin membuat dia bersemangat
Supaya beban yang dia pikul tak begitu berat
Hari ini dia melihatku…
Lihatlah betapa sumringahnya dia…
Lihatlah betapa terpesonanya dia…
Lihatlah aku, sepanjang hari tersenyum selalu…
Ku terdiam di tepi jalan.
Ku lihat sekelilingku, kemana aku akan berlari.
Aku sadar buat apa aku berlari jika disebelahku terdapat istana yang begitu indah.
Kucoba mengetuk pintunya.
Mungkinkah ada yang membukakannya?
Aku terdiam di pojok kamarku.
Ada sebuah laba-laba yang tingkahnya seolah-olah menertawaiku.
Aku tanya kenapa kau menertawaiku?
"Dasar manusia bodoh, berkata saja kamu gak bisa." ucap laba-laba itu.
Lalu kujawab Bagaimana mungkin aku bisa sedangkan aku hanya seorang Bayi uang baru bisa bicara….
(…Taukan Maksudnya…) (^o^)V
Ketika seberkas cahaya datang dari ufuk timur.
Aku melihat sebuah pintu terbuka.
Aku melihat sebuah awal kehidupan.
Awal dari kebangkitan kealpaan yang dulu.
Terdengar suara wanita mengusik mimpiku.
Oh…ternyata dia sudah kembali ada di sebelahku lagi.
Sayang ketika ingin ku mengucapkan selamat datang, aku kembali bekerja.
Meninggalkan sesaat kebahagiaan ini.
Perempuan datang setahun yang lalu
AA apakah anda bisa membantu kami…?
Tentu saja selagi saya bisa…
Sekuntum bunga tertanam indah di taman dekat rumahku.
Setiap pagi, setiap hari dan setiap saat selalu menebarkan serbuk sarinya.
Setiap saat kupandangi keindahannya.
Setiap saat selalu tercium semerbak harumnya.
Kuncup bunga itu kini sedang mekar.
mekar dengan merekah menampakkan keanggunannya.
membuat para kumbang ingin sekali menghisap sari madunya.
Tapi, sebelum dihinggapi akan kubawa sebagai penghias istanaku.
Minggu, 08 oktober 2006
Disaat orang sedang asyiknya berlibur dan bersenang-senang,
Aku mengepalkan tangan ingin menghantam sebuah gubuk yang tak terawat.
Sering kali rumah yang sering di bongkar itu jebakan bagi sang penghuninya.
Sering kali tangan terluka, bahkan ada bagian tubuhku yang hilang.
Satu persatu sang penjaga kabur.
Memang bukan salah sang bangunan.
Tapi semua itu salah PEMILIK BANGUNAN
Yang selalu merubah2 letak sang bangunan.
Ingin sekali pisau yang kupegang ini menusuk-nusuk bantal sehingga berhamburan kapuk2 didalmnya.
Bagaimana tidak, setiap ku menggunakannya darahku terhisap olehnya.
Ingin sekali ku lemparkan batu ini ke dalam cermin yang tipis itu.
Bagaimana tidak, setiap ku bercermin membuat wajahku terluka.
Ingin sekali ku berlari terus dengan kencang tanpa henti menghindari gigitan sepasang anjing itu.
Tapi kadang anjing itu menjilati, dan kadang anjing itu menuntun jalanku.
"when you feel ‘hari bangsat’"
Dirimu Didalam Mata Hatiku
Terdiam aku disudut ruangan
Rasa resah menghampiri hati dan jiwaku
Ingin kuungkapkan perasaan ini
Sekalipun aku yakin tidak bisa
Katakan sebuah perasaan hati
Aku suka kamu
Pada saat ini yang aku inginkan hanya
Untuk tetap memandang dirimu
Tiada berhenti walaupun sedetik
Rasa di jiwa ini terlalu besar
Ingin mendapatkan tempat terindah di hatimu
Setiap pemuda yang mengagumimu
Akan merasakan perasaan yang sama denganku
Rapuh dan lemah diriku
Apabila tidak memandang dan dekat denganmu
Goresan kalimat puisi ini adalah ungkapan
Indahnya dirimu didalam mata hatiku