Archive for November, 2006

Lelaki yang jatuh cinta tiap hari

Monday, November 27th, 2006

Kau datang seperti bidadari yang meluncur dari pelangi, berselendang rangkaian kata2 yang berwarna-warni. Kau ungkapkan sekian pertanyaan, yang membuatku bergairah. Sebab, aku ingin sesungguhnya menulis di tubuh Yank. Sungguh hanya berbeda satu huruf. Tapi bahkan satu karakter kecilpun akan membuat perbedaan yang seperti jurang. Kepak kupu2 di taman rumahmu bisa menyebabkan badai di bibir pantai.
Dia mungkin tak menganggap penting keinginanku. Boleh dijadidia memang tidak membaca keinginanku. Tidak masalah. Dan justru kau yang ingin aku menulis ditubuhmu, aku akan segera menulisnya. Sebab, yank, kau, atau siapapun lainnya memiliki kejelitaan istimewa yang selalu membuatku jatuh cinta.
Kalau aku bilang jatuh cinta tiap hari, bukan berarti aku berkisah tentang lelaki yang senang mempermainkan cints. Mungkin malah sebaliknya, dialah yang mempermainkan cinta. Kalaupun benare demikia, ia–baiklah, lelaki itumemang aku– tak akan mengeluh atau menyesalinya. Aku selalu bahagia meski dalam pusaran badai cinta.
Cukup lama aku aku seperti melayang di ruang antar bintang yang hampa dan tanpa gravitasi. Tangan menggapai-gapai dan tak sampai. "Wahai kau yang sedang di mabuk cinta, berikanlah padaku setetes apa yang kau regukDi kala kau terjatuh nanti, aku akan tahu rasanya limbung tanpa harus terpuruk."

tersesat

Friday, November 24th, 2006


Ketika kutemukan sebuah jalan ditengah hutan belantara, aku bahagia karena aku dapat pulang dengan membawa kasih. Tapi ketika aku hendak pulang selalu saja tertusuk oleh duri-duri cinta. Jalan itu telah tertutup sekarang.

Bila…

Thursday, November 23rd, 2006

Bila pagi tak ditemani sang mentari
Gelap bagaikan tersesat
Dingin tak ada penghangat cinta

Bila mentari tak datang pagi ini
Aku tak tahu apakah ini sudah pagi
Aku tak tahu kemana akan ku melangkah

Bila mentari tak menyambut pagi
Kemana kan kudapat sebutir embun?
Embun penyegar hari-hari ku.

tak ada respon

Tuesday, November 21st, 2006

Adakah burung berkicau di pagi hari?
Menandakan cerahnya hari
Adakah buah yang jatuh dari pohon?
Menandakan terkabulnya apa yang ku mohon

Tetapi Kemana perginya sang rembulan
Tak pernah menjawab lolongan serigala
Kenapa air tak juga mengalir dari mata air cintamu
Hingga dahagaku tak pernah sembuh

Kemanakah jalan ini kan terhenti
Bila tak ada kamu di hati
Sampai kapankah aku akan terus berpegang di ranting yang rapuh
Bila tak ada uluran tanganmu

/teruntuk yang selalu mendapatkan puisi/

Saturday, November 18th, 2006

bismillahirrahmannirrahiiim

malam ini kulihat dia membawa luka di hatiku
malam ini ku merasa dia meremukan hatiku
malam ini dia sengaja tak mau melihat dan menyapaku
malam ini dia sengaja membawa seseorang untuk menunjukanku

lumpuh terasa sumsum tulang ini
remuk hati ini menjadi berkeping2
pecah berantakan semua isi kepala ini
panas sekali malam itu

dia sengaja membuat layu kuncup bunga dihatiku yang sebelum berkembang
dia sengaja menghalangi pelangi cinta dengan awan kebencian
dia sengaja membuat kusut rajutan cinta yang telah kubuat
dia sengaja mengkeruhkan mata air cinta ini

hanya ada satu kata buat dia…
"kau lebih cantik dahulu…!"