Lelaki yang jatuh cinta tiap hari
Kau datang seperti bidadari yang meluncur dari pelangi, berselendang rangkaian kata2 yang berwarna-warni. Kau ungkapkan sekian pertanyaan, yang membuatku bergairah. Sebab, aku ingin sesungguhnya menulis di tubuh Yank. Sungguh hanya berbeda satu huruf. Tapi bahkan satu karakter kecilpun akan membuat perbedaan yang seperti jurang. Kepak kupu2 di taman rumahmu bisa menyebabkan badai di bibir pantai.
Dia mungkin tak menganggap penting keinginanku. Boleh dijadidia memang tidak membaca keinginanku. Tidak masalah. Dan justru kau yang ingin aku menulis ditubuhmu, aku akan segera menulisnya. Sebab, yank, kau, atau siapapun lainnya memiliki kejelitaan istimewa yang selalu membuatku jatuh cinta.
Kalau aku bilang jatuh cinta tiap hari, bukan berarti aku berkisah tentang lelaki yang senang mempermainkan cints. Mungkin malah sebaliknya, dialah yang mempermainkan cinta. Kalaupun benare demikia, ia–baiklah, lelaki itumemang aku– tak akan mengeluh atau menyesalinya. Aku selalu bahagia meski dalam pusaran badai cinta.
Cukup lama aku aku seperti melayang di ruang antar bintang yang hampa dan tanpa gravitasi. Tangan menggapai-gapai dan tak sampai. "Wahai kau yang sedang di mabuk cinta, berikanlah padaku setetes apa yang kau regukDi kala kau terjatuh nanti, aku akan tahu rasanya limbung tanpa harus terpuruk."