perjuangan anak desa merambah kota
Friday, February 8th, 2008Perjuangan anak desa merambah kota
Hari itu, telah ku persiapkan segalanya meskipun dengan kondisi yang kurang fit. Ku berangkat ke sebuah kota jakarta dengan harapan diterima bekerja disebuah perusahaan asing. Dengan berbekal ongkos seadanya, fisik yang sekenanya, dan alamat yang setahunya. Doa dan harap menggelayuti di pundakku dari keluarga agar aku dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga. Namanya anak desa yang tak pernah ke kota perjalanan dari pagi untuk menempuh suatu tujuan yaitu perusahaan yang di dambakan, tersesatlah aku…biasanya orang dapat menempuh dalam waktu max 2 jam, tapi ini sudah lebih dari dua jam…memang sih interview dan testnya jam duaan, tapi namanya orang desa, takut kesasar makanya datang lebih awal.
sesampainya di halaman sebuah gedung mewah di kawasan perdagangan di jkt aku menunggu konfirmasi dari calon atasan agar langsung di test, tapi akhirnya aku menunggu selama 2 jam lebih di sebuah halte diiringi dan bertemankan angin badai dan hujan yang begitu lebat, aduh tamatlah riwayatku, kondisi fisik yang seperti ini, cuaca yang tak bersahabat, kelelahan tiada tara, dan semangat pun sempat menurun.
Akhirnya ku di telepon oleh calon bos, agar langsung menemui seseorang di sana untuk di test dan interview. ku coba memasukan diri kedalam gedung mewah tersebut, sempat merasa takut dianggap orang aneh yang masuk kedalam gedung tersebut, karena….namanya orang desa tidak tahu bagaimana membuka sebuah pintu agar dapat masuk kesana, kucoba2 beberapa kali tetap tidak bisa…akhirnya datrang satpam kepadaku memberi tahukan bagaimana cara membuka pintunya, ternyata hanya dengan menggesekan kartu pengunjung yang telah di berikan oleh receptionistnya…hahahaha dasar orang desa jadinya semua menatap kepadaku dengan senyum lucu dan ada yang menertawakan…akhirnya aku cuek saja. tiba di kantornya…aku menunggu sebentar sekitar 30 menit, lalu langsung aku ikut test dan wawancara…dasar orang desa…karena persyaratan wawancara memakai bhs inggris, yah terpaksa ku berucap dengan bahasa inggris seaadanya…dasar orang desa…ketika ku berbicara sang manajer itu selalu ketawa, aku pikir ada apa dengan ku? apakah aku lucu, ternyata bahasa inggrisku sungguh ngawur, akhirnya dibolehkan sedikit pake bhs indonesia.
Setelah wawancara ada lagi test yaitu test dalam bentuk web yang terkoneksi langsung ke perusahaan pusatnya di luar negeri untuk melihat apakah aku lulus atau tidak sedangkan syarat lulus adalah jika menjawab benar minimal sebanyak 80%, sedangkan aku hanya menjawab 70% "I’m Failed" dengan kondisi fisik yang sudah tak tentu, semangatpun semakin loyo, akhirnya diberi kesempatan kedua dan akhirnya aku lulus juga…tapi perjuangan masih panjang…there is some examination again, and i don’t know when???
setelah selesai lalu aku buru2 pulang agar tak kemalaman dan tak kesasar lagi…alhamdulillah dirumah menanti dengan sabar…dan bahagia aku telah kembali dengan selamat dan tak kesasar….
dasar orang desa….
(seperti yang telah diceritakan mj kepada dewan)