Archive for March, 2008

Babeh i’m coming

Saturday, March 22nd, 2008

Akhirnya gw punya motor juga…Alhamdulillahhirrabbil’alamiin…bisa pake kerumah mertua…daripada dulu cuman naek angkot keringatan, siap2 dari rumah dah wangi dan seger eh pas tiba dirumah udah kucel and mbau….insy allah bentar lagi kalo ada warisan dari mertua gw mau bikin yayasan pendidikan bwt ngebantu orang2 yang kesulitan, dan sebagai shodaqoh jariah yang pahalanya takkan henti2 walau kita sudah mati…lumayan jg bwt masa depan anak cucu…ayo temen2 semua pada mau ikutan jadi donatur????

Untitled huwe…

Saturday, March 22nd, 2008

Terima kasih bwt temen2 yang selalu memberikan atensinya bwt diriku…
Memang kalian penuh dengan perhatian…dan seakan takkan pernah lepas dalam satu ikatan. Thx for your do’a. Jazakumullah wa khairan jaza

Maafkan bwt para penggemar2ku, jika memang pada kondisi saat ini diri yang hina ini selalu mengecewakan kalian semua. Tapi apalah daya hidup harus dihadapi, masa depan menunggu untuk dijemput. Usia kita tak muda lagi, harus ada perencanaan yang matang dan tidak hanya main2 belaka penuh dengan kemubaziran.

Teruntuk embunku yang jernih dan selalu menyegarkan masa…perlahan tapi pasti kita akan berkumpul dalam istana ibadah.

Romantika sekolah

Saturday, March 15th, 2008

Tak terasa dua bulan sudah ku menjadi Oemar Bakrie "GUru", ternyata begini rasanya menjadi guru, ada suka dan duka, dan yang terasa memang lebih banyak duka. Tidak hanya fee yang relatif kecil (maklum honorer), guru juga mempunyai tanggung jawab yang besar buat anak didiknya terutama masalah moral apalagi selama ini ane rada  tidak bermoral juga :p dimana masa2 muda adalah masa pembentukan dan pengarahan jatidiri, terkadang sungkan juga ketika anak didik memanggil dengan sebutan "Bapak", padahal umur kami tak berbeda jauh bangat, tapi ada sisi positif juga dengan orang memanggil "bapak guru" berarti ada kontrol sosial dalam diri kita yang senantiassa mengingatkan bahwa seorang guru adalah tauladan bagi anak didiknya.Mulai dari cara bersikap, penampilan dan berbicara. Perasaan baru kemaren ane menjadi murid dan selalu membangkang dan mengerjai guru, tapi sekarang malah yang dikerjai.
Alhamdulillah dari segi moril dan batin merasa menikmati hidup ketika menjadi sorang guru, dalam hal ibadah dan pendewasaan diri, meskipun selalu datang tekanan dari luar tetap saja ane dapat menikmati hidup yang selama ini mungkin belum pernah merasakan. Terasa diri ini menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak.
Berat juga menjadi guru muda yang masih bujangan, dikelilingi oleh guru2 yang berumur dan berpengalaman. Setiap saat selalu menjadi bahan gurauan karena belum melangsungkan pernikahan. Seringkali mereka menjodoh2kan dan mendekat2kan kepada seseorang, bahkan menggosipkan kepada salah satu guru juga yang masih single. Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika anak didik sendiri yang menyatakan kesukaannya kepada sang guru, yah memang inilah cobaannya ketika mengajar kpd anak didik remaja yang sedikit lagi menuju kedewasaan. Kita ambila aja hikmahnya ketika kita masuk kedalam suatu komunitas ataupun lingkungan baru pasti ada ujian dahulu.
Beruntung juga komunitas ini adalah komunitas keagamaannya masih kental bgt, hampir semua guru disini adalah seorang ustadz dan ustadzah. Sehingga setiap hari pasti bertambah ilmu atau hal yang baru yang belum aku ketahui. Terutama masalah pernikahan….Capek deh disuruh nikah mulu!!! hehehehehe

Romantika sekolah